Autobiografi Alim Mustafa

Posted: Desember 15, 2009 in Autobiografi
Tag:

Semasa SD

Aku lahir pada tanggal 17 Agustus 1989. Disekolahkan di Sekolah Dasar yang tidak jauh dari rumah, namanya SD Negeri Cepit V (yang sekarang sudah dimerger dengan sekolah dasar yang lain karena kekurangan siswa sehingga gurunya pun ikut berpindah sekolah). Seperti anak-anak pada umumnya, masa-masa sekolah di SD adalah masanya bermain dan mengenal lingkungan. Senang rasanya mempunyai teman dan bisa mengenal lingkungan sekitar sekolah. SD N Cepit V yang penuh dengan kenangan, halaman depan adalah lapangan rumput yang hijau membentang. Lapangan nan hijau itu adalah tempat bermain yang begitu menyenangkan. Rimbunnya pohon-pohon menjadikan angin bertiup sepoi-sepoi. Udaranya begitu nyaman dan terasa sejuk. Di halaman belakang sekolah ada kebun yang ditumbuhi bermacam-macam tanaman seperti pohon pisang, pohon kelapa, pohon jambu mete, dan ada juga tanaman bengkowang. Tapi halaman belakang tidak seperti halaman depan sekolah, tanah di halaman belakang tidak subur dan tekstur tanahnya sangat keras seperti tanah liat.

Guru-guru yang ada di SD tersebut juga sangat ramah dan baik hati. Mereka amat tulus mengajarkan serta mendidik siswa yang ada di SD itu. Mereka menganggapnya seperti sudah menjadi anak kandung sendiri. Ada guru yang begitu aku kagumi saat aku naik kelas dari kelas 2 ke kelas 3. Pak Jas, itulah nama panggilannya, saat aku duduk di kelas tiga aku sempat berpikir bahwa Beliau guru yang kurang menyenangkan, tetapi aku salah duga ternyata malah sebaliknya. Beliau sosok guru yang penuh humor saat mengajar di kelas. Bahkan dengan humornya itu seringkali seluruh isi kelas tertawa terpingkal-pingkal karena guyonannya.

Masa SMP

Setelah lulus dari SD Negeri Cepit V, aku melanjutkan sekolah di SMP N 1 Sewon yang terletak di Jalan Parangtritis. Hatiku merasa senang tetapi juga bersedih. Aku senang karena bisa melanjutkan sekolah di SMP dan sedihnya aku kehilangan teman yang dulu bersama-sama di SD. Tapi aku bertekad untuk tetap kuat, di SMP aku berkenalan dengan empat orang Aji, Agung, Erick, dan Ma’ruf. Empat orang itulah yang sekarang menjadi temanku dan kebetulan juga kami satu kelas. Kami diterima di kelas F, kelas paling akhir dan juga kelas paling rame (kata kakak kelas yang dulu menempati kelas F). Lingkungan sekolah yang baru ini terasa sangat asing dan belum tahu seluk beluk lingkungan sekolah. Namun, lambat laun suasana berubah menjadi sangat menyenangkan. Saat-saat belajar bersama, saat-saat bermain bersama pun aku jalani di SMP itu.

Tak terasa aku sudah kelas tiga dan siap-siap lulus dari SMP dan meneruskan ke SMA. Masa-masa sulit pun aku jalani bersama teman-teman. Sampai akhirnya, ujian kelulusan pun tiba. Alhamdulillah, satu angakatan SMP lulus dengan hasil yang cukup menggembirakan. Rasa haru dan bahagia bercampur aduk menjadi satu. Kombinasi yang sangat indah.

Saat SMA

Di SMA Negeri 1 Sewon aku melanjutkan sekolah. SMA ini beralamatkan di Jalan Parangtritis Km 7. Letaknya sangat strategis jadinya aku putuskan untuk bersekolah di SMA N 1 Sewon. Sekolah ini mempunyai kapasitas atau daya tampung siswanya yang cukup banyak. Fasilitasnya juga cukup baik, ada lapangan olahraga, lab bahasa, lab kimia, lab fisika, lab biologi, lab komputer, masjid, lab multimedia, perpustakaan. Di SMA N 1 Sewon hanya ada dua jurusan yaitu jurusan IPA dan jurusan IPS.

Setelah akhir semester saatnya adalah penjurusan. IPS menjadi pilihan jurusanku. Pemilihan jurusan ini atas rekomendasi dari wali kelas. Di kelas IPS ternyata aku bisa mendapatkan rangking 15 besar. Lumayanlah itu sudah merupakan prestasiku yang cukup memuaskan. Dalam hati aku bertekad untuk meningkatkan lagi prestasiku.

Pelajaran yang paling aku gemari adalah pelajaran komputer yang membahas jaringan serta pengaplikasiannya juga membuat bahasa pemrograman sederhana. Walaupun memang agak sukar tapi aku berusaha agar aku bisa mengerti pelajaran itu. Bagiku pelajaran itu merupakan suatu hobi. Kalau sudah menjadi hobi tentunya selalu aku luangkan waktu untuk sekedar belajar dari buku maupun artikel.

Hari berganti hari, tak terasa sudah cukup lama duduk di bangku SMA. Kini sudah sampai pada puncak untuk meloncat ke jenjang yang lebih tinggi dan membutuhkan biaya yang banyak juga. Saat-saat hari kelulusan itu akhirnya tiba juga.

Masuk ke Perguruan Tinggi

Setelah kelulusan, justru yang datang malah kebingungan untuk memilih jurusan yang tepat. Akhirnya ada masukan dan saran dari orangtua, dan memutuskan untuk memilih berkuliah di Universitas PGRI Yogyakarta. Yang beralamatkan di Jalan Sonosewu di daerah Wirobrajan, Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s