Setelah kurang lebih hampir sekitar 5000an km pemakaian oli dan sekalian flushing yang kedua, oli ini mengalami sedikit selip kopling. Namun oli ini memang sangat baik untuk meredam getaran mesin sehingga saat mesin idle suara mesin masih bisa dibilang halus walau motor mesin yang saya gunakan sudah mencapai usia ke 14 tahun (luar biasa hehe).

Selanjutnya saya meluangkan waktu pergi ke bengkel, sekalian ganti oli dan mengganti parts kampas kopling mesin yang sudah mengeras karena dimakan usia, maklum sudah 14 tahun belum pernah ganti kampas kopling dan pernya. Onderdil kampas kopling dan per kopling mesin saya beli di dealer resminya Yamaha. Untuk kualitas orisinilnya tidak perlu diragukan lagi. Sayangnya untuk onderdil per koplingnya saya tidak menemukan per aslinya vega, mekaniknya menyarankan untuk menggunakan per kopling RX King atau RXZ. Ukurannya cocok tanpa melebarkan rumah pernya namun lebih panjang daripada per kopling asli vega r. Untuk harga kampas kopling orisinilnya vega di bandrol dengan harga Rp. 125.000. Sedangkan untuk per kamkop RX King/RXZ harga satuannya Rp.30.000. Vega r butuh 4 biji per kamkop tinggal dikalikan saja :).

Penggantian ini dimaksudkan untuk meregenerasi tenaga putaran mesin vega r yang sudah agak loyo. Sehinggan saat diganti dengan oli R4X reguler yang pertama akan muncul karakter oli yang sebenarnya. Ongkos untuk membongkar dan mengganti spareparts ini terbilang murah meriah karena saya sudah langganan di bengkel pinggir jalan di Jogja yang sangat telaten dan kerjanya juga bersih ditambah mekaniknya bisa kita ajak diskusi masalah motor kita.

OK, langsung ke reviewnya oli ini setelah pergantian dua parts diatas. Olinya dituang ke mesin hanya sekitar 800cc saja masih sisa sekitar 200cc untuk topup kalau olinya menguap. Sebelumnya saya juga sudah flush dengan oli r4x ini, saat di tap olinya masih banyak. Tidak banyak oli yang menguap saat digunakan kurang lebih 5000an km. Tapi warnanya sudah menghitam pekat. Untuk oli reguler yang sekarang baru berjalan sekitar kurang lebih 100km di odometer. Redaman oli di mesin cukup baik, suara mesin juga halus. Akselerasi mesin menjadi agak berubah, mungkin karena sudah ganti kampas kopling dan per rx. Pedal Presneleng agak alot saat shift up gear, down shift gear mudah dan kenyal pernya. Top speed 90km/jam, mesinnya sudah tidak mau lari lagi. Sekian dulu reviewnya nanti di update kalau ada perubahan lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s