Religi

Dampak Maksiat

1. Kemurkaan Allah

” Akulah Allah, tiada sembahan kecuali Aku, apabila Aku ditaati maka Aku ridha, apabila Aku dimaksiati maka Aku murka. Apabila Aku murka maka Aku melaknat, sedangkan laknat-Ku itu mengenai sampai keturunan yang ketujuh.” (Hadist Qudsi).

 

2. Kebencian orang-orang beriman

Imam Asy-Syafi’i berkata, ” Masing-masing dari kalian hendaklah menghindari laknat dari hati orang-orang yang beriman, sedangkan dia tidak menyadarinya.” Ditanyakan sang imam, ” Bagaimana dia dilaknat oleh hati orang-orang beriman akan tetapi dia tidak menyadarinya?” Asy-Syafi’i menjawab, ” Dia mengerjakan maksiat kepada Allah lalu Allah menempatkan kebencian dalam hati orang-orang briman kepadanya.”

 

3. Terhalangnya rezeki

Rezeki itu turun dari langit, maka dia akan terputus akibat maksiat yang dilakukan seseorang. Rezeki tidak akan berkurang kecuali disebabkan oleh maksiat.

 

4. Terhalangnya ilmu

Imam Malik berkata kepada Imam Asy-Syafi’i , ” Aku melihat bahwa Allah telah menerangi wajahmu dengan ilmu, maka jangan sampai kamu memadamkan cahaya ini dengan maksiat.”

Seseorang mengeluhkan kesulitannya dalam menghafal Al Quran Al Karim dan memahami ilmu, lalu dia bersyair, aku mengadukan buruknya hafalanku kepada Waki’ maka dia menunjuki aku supaya meninggalkan maksiat, dia berkata kepadaku: sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah itu tidak menunjuki pemaksiat

 

5. Malapetaka yang dahsyat

Imam Ali ra. bersabda, ” Petaka tidak ditumpahkan kecuali karena maksiat, dan dia tidak akan terangkat hilang kecuali dengan taubat.”

 

6. Merasa asing dari Allah

Seseorang akan merasa bahwa ia tidak tahu bagaimana caranya berhubungan dengan Allah swt.

 

7. Perasaan asing antara diri Anda dengan orang lain

Seseorang ulama menuturkan hal ini dengan kalimat yang sangat indah, ” Sesungguhnya aku melihat dampak maksiatku pada perilaku istriku, anak-anakku, dan hewan tungganganku. Hewan tungganganku tak mau berjalan, anak-anakku berperilaku buruk terhadapku, istriku tidak mau menaatiku, mengapa? Itu karena maksiat.”

 

8. Kegelapan wajah dan hati

Ibnu Abbas ra. berkata, ” Sesungguhnya maksiat itu mempunyai ekses hitam pada wajah, kegelapan pada hati, kebencian pada hati orang lain, kelemahan jasad, dan kekurangan pada rezeki. Sesungguhnya ketaaatan itu mempunyai eksek putih pada wajah, sinar yang terang pada hati, kecintaan pada hati orang lain, kekuatan jasad, dan kelapangan pada rezeki.”

 

9. Terhalang dari ketaatan

Maksudnya sesungguhnya Anda berniat untuk mengerjakan shalat Subuh tetapi Anda tidak mampu melaksanakannya, lantas cita-cita Anda menjadi lemah karenanya.

 

10. Menyeret pelaku untuk mengerjakan maksiat yang lain/selanjutnya, sebagaimana rantai

 

11. Penghinaan Anda terhadap Allah

Seorang muslim itu selalu memuliakan Allah, manakala dia berbuat maksiat berarti dia menghinakan-Nya. Hasan Al-Bashri berkata, ” Mereka menghinakan Allah maka mereka maksiat terhadap-Nya, andaikata mereka memuliakan-Nya niscaya Allah pasti menjaga mereka dari dosa.”

 

12. Kehinaan dalam hati

” Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataaan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.” (Fathir: 10).

 

13. Lemahnya akal

Seorang ulama berkata, ” Barangsiapa melakukan maksiat kepada Allah maka hilanglah satu bagian dari akalnya dan bagian yang hilang itu takkan kembali sampai hari kiamat.”

 

14. Celakanya maksiat dan akibatnya

Telah tampak kerusakan di darat  dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Rum: 41)

 

15. Lisan Anda akan mengkhianati pada saat Anda sangat membutuhkan kesaksiannya

Mungkin Anda akan bertanya kepada saya, ” Bagaimana lisanku mengkhianati diriku?” Dia akan mengkhianati Anda saat hendak mengucapkan syahadat menjelang kematian. Dikatakan kepada Anda, ” Ucapkanlah asyhadu an la Ilaha illallah (aku bersaksi bahwa tiada sesembahan kecuali Allah)!” Anda akan berucap, ” Aku tidak mampu mengucapkannya.”

Orang-orang akan bertanya kepada Anda, ” Bukankah kamu mengenal lafal ini?” Anda menjawab, ” Ya, aku tahu betul lafal itu, tetapi sekarang aku tidak mampu melafalkannya.” Tahukah Anda mengapa hal itu terjadi? Karena Anda melakukan maksiat.

 

=====Semoga tulisan yang sedikit ini bermanfaat khususnya bagi diri sendiri dan pembaca ^_^ blog ini😀

=====Bila berkenan dan bermanfaat mohon diberi komen/kritik/saran/share/menamhahkan supaya ilmunya menjadi berkah bagi kita semua. Amien. ^o^

 

Sumber:

Rahasia Datangnya Pertolongan Allah

Judul asli: Hatta Yughayyiru Maa bi Anfusihim

Penerbit: Dar el-Marefah, Beirut-Lebanon 2006

Penerjemah: Irwan Raihan

 

 

Komentar
  1. alimmustafa mengatakan:

    silakan berikan komennya bagi yg berkenan ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s